Cari Blog Ini

sejarah turunnya Al-Qur'an



تاريخ نزول القرآن:
Sejarah Turunnya AL-Qur’an :
                Allah menurunkan Qur’an kepada Rasul kita Muhammad untuk memberi petunjuk kepada manusia. Turunnya Qur’an merupakan peristiwa besar yang sekaligus menyatakan kedudukannya bagi penghuni langit dan penghuni bumi. Turunnya Qur’an yang pertama kali pada malam lailatul qadar merupakan pemberitahuan kepada alam tingkat tinggi yang terdiri dari malaikat-malaikat akan kemuliaan umat Muhammad. Umat ini telah dimuliakan oleh Allah dengan risalah baru agar menjadi umat paling baik yang dikeluarkan bagi manusia. Turunnya Qur’an yang kedua kali secara bertahap, berbeda dengan kitab-kitab yang turun sebelumnya, sangat mengagetkan orang dan menimbulkan keraguan terhadapnya sebelum jelas bagi mereka rahasia hikmah ilahi yang ada di balik itu. Rasulullah tidak menerima risalah agung ini sekaligus, dan kaumnya pun tidak pula puas dengan risalah tersebut karena kesombongan dan permusuhan mereka. Oleh karena itu wahyu pun turun berangsur-angsur untuk menguatkan hati Rasul dan menghiburnya serta mengikuti peristiwa dan kejadian –kejadian sampai Allah menyempurnakan agama ini dan mencukupkan nikmat-Nya.
          Pendapat yang kuat ialah bahwa al-Qur’anul Karim itu dua kali diturunkan:
Pertama: Diturunkan secara sekaligus pada malam lailatul qadar ke baitul izzah di langit dunia.
Kedua : Diturunkan dari langit dunia ke bumi secara berangsur-angsur selama dua puluh tiga tahun

Rujukan : Al-Qattan, Manna’ Khalil. 2012. Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an. Mudzakir AS. Bogor : Pustaka Litera Antar Nusa.  Hal 144, 151

علوم القرآن



Meilinda Cahyaningrum
علوم القرآن

تعريف : علم يبحث فيه عن احوال الكتاب العزيز من  جهة نزوله وسنده وادابه والفاظه ومعانيه المتعلقة بالاحكام وغير ذلك.
المرجع : فوزي، مذكر. 2009. تعريف علوم القرآن. (اونلين)
تعريف :مباحث تتعلّق بالقران الكريم من ناحية نزوله وترتيبه وجمعه وكتابته وقراءته وتفسيره واعجازه وناسخه ومنسوخه ودفع الشّبه عنه ونحو ذلك.
المرجع : الزرقان، محمد عبد العظيم. مناحل العرفان. بيروت: دار فكر
Pengertian Assuyuthi dalam kitab itmamu al-Dirayah mengatakan :“Ilmu yang membahas tentang keadaan Al-Qur’an dari segi turunnya, sanadnya, adabnya, makna-maknanya, baik yang berhubungan lafadz-lafadznya maupun yang berhubungan dengan hukum-hukumnya, dan sebagainya”.
Rujukan : Fauzi, Mudakir.2009. Pengertian Ulumul Qur’an.(online )http://dakir.wordpress.com/category/ulumul-quran/. Diakses 28 agustus 2013.

Pengertian Al-Zarqany dalam kitab manahil al-irfan fi ulum al-qur’an merumuskan Ulumul Qur’an memberikan definisi sebagai berikut: “Beberapa pembahasan yang berhubungan dengan Al-Qur’an Al-Karim dari segi turunnya, urutanya, pengumpulanya, penulisanya, bacaanya, penafsiranya, kemu’jizatanya, nasikh mansukhnya, penolakan hal-hal yang bias menimbulkan keraguan terhadapnya, dan sebagainya”.

Rujukan : Muhammad ‘Abd al-Azhim al-Zarqani. Manahil Al-Irfan . Bairut : Dar Fikr

MENGEMIS SEBAGAI PROFESI DAN BUDAYA DI INDONESIA

MENGEMIS SEBAGAI PROFESI DAN BUDAYA DI INDONESIA MAKALAH UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH Pendidikan Agama Islam yang Dibina Ole...